Beranda Internasional PDRM Tangkap 13 WNI Terkait Penyelundupan Senjata Api di Johor Bahru

PDRM Tangkap 13 WNI Terkait Penyelundupan Senjata Api di Johor Bahru

96
0
BERBAGI
Ilustrasi senjata hasil penyelundupan.

TERASSUMUT.COM —  Polis Diraja Malaysia (PDRM) menangkap 13 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan 6 orang warga tempatan karena diduga menyelundupkan senjata api ke Negara tersebut tanpa izin dalam sebuah operasi penangkapan pada 1 Januari 2021 lalu. PDRM memastikan dari penyelidikan awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda senjata tersebut akan digunakan untuk aksi di Malaysia.

Wakil Kepala Polis Negara Datuk Seri Acryl Sani Abdullah Sani mengatakan, berdasarkan penyelidikan awal tidak ditemukan unsur untuk melakukan serangan di dalam Negara Malaysia terkait penyelundupan senjata tersebut.

“Sejauh ini kami tidak melihat ke arah serangan di dalam negara. Tetapi tujuan utama mereka memiliki senjata ini sedang kita selidiki,” kata Datuk Seri Acryl sebagaimana diberitakan oleh Koran Berita Harian Malaysia.

Sebanyak 13 orang WNI tersebut ditangkap dalam sebuah Operasi Benteng pada 1 Januari 2021 oleh Pasukan Gerakan Am (PGA) di Taman Tampoi Utama, Johor Bahru, Malaysia atau sekitar 35 Mil Laut dari Batam, Kepulauan Riau, Indonesia.

Datuk Seri Acryl juga mengatakan bahwa PDRM masih menyelidiki motif kelompok ini memiliki senjata api dan komponennya.

“Saya tidak dapat mengulas lebih detil lagi untuk menghindari terganggunya penyelidikan,” kata Datuk Seri Acryl.

Disebutkan juga awal operasi penangkapan PDRM memeriksa 30 orang dan selanjutnya menahan 13 orang WNI dan 6 orang tempatan. Pelaku yang ditahan berusia antara 21 hingga 50 tahun.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh PDRM sebanyak satu pucuk senjata jenis Steyr, peluru, satu unit mobil truck dan 21 handphone. Saat dilakukan penangkapan sejumlah pelaku sempat membuang senjatanya ke sungai yang beraliran deras sehingga polisi kesulitan untuk menemukannya lagi. Namun proses pencarian terhadap senjata yang dibuang masih dilakukan.

Sementara itu belum ada komentar dari pemerintah Indonesia terkait dengan peristiwa ini.

Terasbatam.id