Beranda Internasional Alumni Harvard Bahas Ekonomi Kreatif dan Kebijakan Kesehatan Pasca Covid

Alumni Harvard Bahas Ekonomi Kreatif dan Kebijakan Kesehatan Pasca Covid

Hadirkan Menteri Kesehatan dan Menparekraf

99
0
BERBAGI
Kiri ke kanan : Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Sandiaga S Uno di kegiatan sharing session bertajuk “Creative Economic and Health Policies Post Covid” di Global Networking Night, Kamis (21/01/2021) secara daring yang dikemas oleh Harvard Club of Indonesia (HCI) perkumpulan Alumni Harvard University, Cambridge, Massachusetts di Indonesia

TERASSUMUT.COM – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 berdampak besar bagi kehidupan umat manusia. Proses vaksinasi secara bertahap mulai dilakukan beberapa negara sejak akhir tahun lalu. Indonesia secara khusus telah memulai vaksinasi sejak pertengahan Januari 2021

Pemerintah RI saat ini tengah gencar untuk memacu kembali roda ekonomi dan membantu masyarakat bangkit, utamanya di sektor-sektor industri yang terdampak paling besar dari pandemi ini seperti sektor pariwisata.

Berkaitan dengan hal itu, Harvard Club of Indonesia (HCI) perkumpulan Alumni Harvard University, Cambridge, Massachusetts di Indonesia menggelar sharing session bertajuk Creative Economic and Health Policies Post Covid” di acara Global Networking Night, Kamis (21/01/2021) secara online.

Acara ini dihadiri oleh alumni-alumni Harvard Colleges dan sekitar 11 Graduate Schools dengan keynote speaker dua menteri dari Kabinet Indonesia Maju, yakni Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Keduanya menyampaikan strategi serta bahasan mengenai rencana dan kesiapan pemerintah membangun era pasca-pandemi.

Global Networking Night (GNN) adalah suatu kegiatan rutin yang dilakukan serentak di seluruh dunia, sebagai platform knowledge sharing and networking antar alumni Harvard demi membangun hubungan yang lebih kuat juga sebagai platform bertukar ide dan gagasan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa krisis global yang terjadi saat ini, berbeda tipikalnya dengan krisis yang pernah terjadi sebelumnya, seperti pada tahun 1998, 2008, dan 2013. Pada tiga krisis terdahulu, masalah muncul dan membesar dari persoalan di industri keuangan. Kali ini, krisis terjadi karena dipicu munculnya virus bernama SARS-CoV-2.

“Ini adalah krisis kesehatan yang berujung pada krisis ekonomi. Sayangnya, resep mengatasi krisis kesehatan ini adalah lockdown. Saat lockdown, kontak fisik berkurang drastis. Padahal, kontak fisik adalah pilar utama dalam menjamin berputarnya roda perekonomian di seluruh negara,” ujar Budi.

Menurut Budi, perbaikan kondisi ekonomi tidak akan terjadi selama masyarakat masih takut untuk berinteraksi dan keluar rumah. Kepercayaan dan rasa aman harus dimunculkan dalam diri masing-masing orang, agar mereka tidak takut bila hendak beraktivitas di luar rumah, dengan kebijakan yang tepat di sektor kesehatan.

Budi menambahkan gerakan bersama harus dilakukan guna mendorong perubahan cara hidup dan perilaku masyarakat pasca-pandemi.

“Cara hidup sebelum dan sesudah pandemi akan berbeda. Kita harus menerima itu meski sulit untuk dilakukan. Saya akan memastikan strategi diagnosa melalui testing, tracing, dan treatment dilakukan secara baik, hingga kita bisa melandaikan kurva. Upaya melandaikan kurva adalah strategi epidemiologis standar yang selama ini belum kita lakukan secara baik,” tuturnya.

Budi juga menjamin pemenuhan hak setiap warga negara Indonesia untuk mendapat vaksin Covid-19 secara gratis.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa kementeriannya tengah fokus dalam upaya  memastikan implementasi protokol kesehatan dengan disiplin di seluruh lini industri pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf).

Di samping mempersiapkan program-program penanggulangan dampak pandemi pada sektor Parekraf. Dukungan di antaranya memfasilitasi akomodasi kepada para tenaga medis dan pasien yang harus menjalani karantina.

“Prioritas kami …mulai merencanakan program-program stimulus agar pariwisata ekonomi kreatif kita bisa segera bangkit, karena nasib lebih dari 30 juta pekerja sektor ini tergantung padanya,” ujar Sandiaga.

Dalam kurun 6-12 bulan ke depan, Kemenparekraf akan fokus meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara. Selain itu, upaya membangun ekosistem wisata kesehatan (healthy tourism), digital, dan berkelanjutan akan dilakukan seiring mulai bergesernya minat masyarakat untuk melancong ke obyek-obyek wisata alam dan budaya.

Selama masa pemulihan, Sandiaga akan fokus mempersiapkan serta meningkatkan infrastruktur dan kapasitas SDM industri pariwisata dan ekonomi kreatif, yang memungkinkan lapangan kerja akan tercipta dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Peningkatan kualitas layanan pariwisata di berbagai destinasi juga dilakukan, agar Indonesia siap menyambut terjadinya ledakan jumlah wisatawan di masa pasca-pandemi

Melli Darsa Presiden Harvard Club of Indonesia (HCI) yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia Bidang Hukum dan Regulasi, mengatakan kesiapan sektor kesehatan menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi. Selain itu, perhatian khusus harus diberikan terhadap upaya pemerintah segera memulihkan industri kreatif dan pariwisata yang menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia.